Kenapa Kita Gagal Mendapatkan (banyak) Uang

Satu-satunya sebab seseorang tidak mempunyai cukup uang adalah karena ia menghambat uang datang kepadanya dengan pikiran-pikirannya. Setiap pikiran, perasaan, atau emosi negatif akan menghambat kebaikan datang pada Anda, termasuk uang.

Bukan semesta yang menahan uang untuk Anda karena semua uang yang Anda butuhkan saat ini juga sudah hadir di dalam ketidakkasatmataan. Jika Anda tidak mempunyai cukup uang ini disebabkan karena Anda menghentikan aliran uang kepada kepada Anda, dan Anda melakukan ini dengan pikiran-pikiran Anda.

Anda harus membalik keseimbangan pikiran kekurangan uang ke pikiran kelimpahan uang. Pikirkan lebih banyak pikiran berkelimpahan daripada berkekurangan, Anda akan membalikkan keseimbangan ini.

Jalan pintas ke segala sesuatu yang Anda inginkan dalam hidup adalah MENJADI dan MERASA bahagia sekarang juga. Ini adalah jalan tercepat untuk mendatangkan uang dan segala sesuatu yang Anda inginkan dalam hidup.

Fokuskan pada pemancaran perasaan gembira dan bahagia ke semesta. Ketika Anda melakukannya, Anda akan menarik semua hal yang mendatangkan kegembiraan dan kebahagiaan, yang bukan saja termasuk kelimpahan uang, tetapi segala sesuatu yang lain yang Anda inginkan.

Anda harus memancarkan sinyal-sinyal untuk mendatangkan kembali apa yang Anda inginkan. Ketika anda memancarkan perasaan-perasaan bahagia, perasaan itu akan dikirim kembali kepada Anda sebagai gambar-gambar dan pengalaman hidup Anda. Hukum tarik menarik memantulkan kembali pikiran dan perasaan terdalam Anda sebagai kehidupan Anda.

Ubahlah pikiran Anda. Ubahlah dengan mengatakan, “ Saya mampu mendapatkannya! Saya mampu membelinya!” Katakan berulang-ulang. Ketika Anda melihat mobil impian, rumah, baju, liburan, dll katakan berulang-ulang “ Saya mampu mendapatkannya!”
Ketika Anda melakukanya, Anda mulai memindahkan diri, dan mulai merasa lebih baik tentang uang. Anda akan mulai meyakinkan diri bahwa Anda mampu mendapatkan hal-hal tersebut, dan ketika Anda melakukannya gambar-gambar hidup Anda akan berubah.

Yakinlah Anda dapat mengubah hidup Anda dan mendapatkan impian Anda.

dikutip dari: The Secrets

Hasil Kita Sesuai Dengan Usaha Kita

Berhasil Karena Berusaha (keras)

Menyeimbangkan antara harapan dan usaha tidak selamanya bisa kita lakukan. Kita tahu ada dua hal yang saling melengkapi dalam hidup, ada aksi pasti ada reaksi, ada dorongan pasti ada gerak, kita menuai sesuai dengan apa yang kita tanam. Bentuk – bentuk keseimbangan itu merupakan hukum yang diciptakan oleh Allah swt dan bersifat mutlak. Ketika kita memandang cita-cita atau harapan yang sedang kita lambungkan, maka sebaiknya kita juga bisa memandang usaha apa yang sedang atau akan kita lakukan untuk meraih harapan tersebut. Bila harapan kita tinggi, apakah pantas kita berusaha dengan tidak tingi -tinggi? Tentunya tidak bukan. Setiap keinginan mendapat sesuatu yang ‘besar’ dalam hidup kita, maka usaha untuk itu haruslah besar pula.

Bisa menjadi orang yang mampu menilai diri sendiri adalah sangat baik. Tidak mudah memang untuk jujur dalam menilai diri sendiri. Namun berbohong atas hasil penilaian terhadap diri sendiri hanya akan menimbulkan kemacetan prestasi diri. Kita tidak mungkin akan melakukan perubahan kearah kemajuan bila diri sendiri merasa tidak membutuhkan hal itu karena merasa tidak mempunyai kekurangan yang perlu diperbaiki.

Banyak orang yang putus asa dengan target hidup mereka yang belum juga kesampaian. Ketika ditanyakan apa saja yang telah mereka lakukan dengan target hidupnya, dengan sangat yakin mengatakan bahwa telah melakukan banyak hal untuk itu. Namun sebenarnya mereka belum berbuat banyak hal seperti yang diharapkan. Kehidupan ini berjalan dengan keseimbangan yang mutlak. Sehingga dengan apa yang telah kita lakukan, dengan itu pula hasil yang akan datang kepada kita. Dan masing-masing manusia menerima hasil dari setiap usahanya, tidak akan menerima hasil dari usaha orang lain.

Mari sejenak kita renungkan ayat Allah swt berikut:

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.(QS An-Nisa: 32)

Pemandangan Alam yang Menakjubkan

Pemandangan Alam

Ada baiknya dalam saat-saat kejenuhan dengan berbagai masalah kehidupan kita sejenak me-refresh diri. Misalnya dengan pergi ke tempat-tempat wisata atau membuat acara-acara yang fun dengan keluarga anda. Berikut beberapa foto pemandangan alam yang mungkin bisa menjadi penyegar pikiran dan sebagai sarana untuk mengagumi kebesaran Allah swt:

1. Lembah Ten Peaks dan Danau Moraine di kawasan Alberta, Kanada

2. Jembatan suspensi Capilano di Vancouver, British Columbia

3. Preachers Rock di kawasan Preikestolen, Norwegia dan keajaiban gua Skaftafeli di Islandia

4.Jembatan gantung di lereng tebing Cina dan Etretat di kawasan Haute-Normandie, Perancis Utara

5.Hutan bambu di Jepang

Tips Sehat dan Bugar Sepanjang Hari

Tips Sehat dan Bugar Setiap Saat

Dalam jaman serba ketatnya kompetensi seperti sekarang ini kita memerlukan kesehatan selalu dalam kondisi prima. Beberapa tips berikut mungkin bisa dilakukan untuk mendapatkan kesehatan dan kebugaran badan setiap saat.

1. Bangun pagi

Usahakan bangun sebelum sholat subuh. Dalam udara pagi yang masih sejuk kita bisa menghirup oksigen bersih sebanyak-banyaknya, oksigen bersih sangat baik bagi kesegaran otak dan badan. Hirup udara segar, tarik napas dalam – dalam dan keluarkan perlahan, rasakan kesegaran dan kesejukan merasuk kedalam tubuh. Lakukan beberapa kali.

2. Biasakan minum air putih 8 gelas sehari

Air putih merupakan sumber mineral murni bagi tubuh, kebutuhan tubuh dalam sehari menurut para ahli kesehatan sekitar 8 gelas. Kurang konsumsi air putih dapat mempengaruhi kerja ginjal, yang merupakan awal dari penyakit yang berhubungan dengan ginjal.

3. Memperhatikan pola dan konsumsi makan

Hindari atau kurangi makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti minyak goreng, daging jerohan, dan lain-lain. Makan secukupnya, tidak berlebihan. Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran yang berwarma hijau.

4. Menjaga kebersihan badan

Minimal kita bisa membersihkan badan selama 2 kali sehari, pagi dan sore hari. Di siang hari kadang terasa gerah karena mungkin banyak daki yang melekat pada tubuh, kita bisa mandi agar tetap bugar untuk itu.

5. Tidur dan istirahat yang cukup

Waktu tidur normal bagi orang dewasa sehari sekitar 8 jam. Namun tidur selama 6-7 jam sehari dengan kualitas yang baik sudah cukup memadai. Kita mesti bisa mengatur kapan saatnya untuk istirahat di sela-sela waktu kerja. Sangat penting diperhatikan bahwa tubuh dan otak kita memerlukan waktu istirahat, pemaksaan terhadap kerja tubuh dan otak ini bisa menimbulkan efek stress dan penyakit fisik lainnya.

6. Olah-raga secara teratur

Dengan berolah raga secara teratur tubuh akan terjaga dalam kondisi bugar sehingga terhindar dari kondisi lemas, serta sangat baik untuk tindakan preventif terhadap penyakit.

7. Selalu berpikir positif

Membiasakan diri untuk selalu berpikir positif sangat baik bagi kesehatan diri kita. Kebanyakan munculnya penyakit dimulai dari pikiran. Dengan menjaga kebersihan pikiran dari berpikir hal-hal yang negatif akan memberi pengaruh yang sangat baik bagi kesehatan badan secara keseluruhan.

Menghilangkan Rasa Malas

Menghilangkan Rasa Malas

Seringkali mandegnya sebuah proses keberhasilan adalah karena kemalasan yang diikuti. Semua orang pasti pernah merasakan dalam dirinya muncul rasa malas dengan berbagai alasan. Dengan beragam pula cara untuk membuang rasa malas itu agar tetap dalam keaktifan.

Bila rasa malas muncul ketika kita membutuhkan sebuah keputusan dalam arti bergerak untuk mewujudkan hasil, maka kemalasan itu harus dibuang jauh – jauh. Karena akibat rasa malas inilah yang dapat membuat gagalnya kita meraih hasil maksimal kebahagiaan hidup.

Tidak ada yang mudah untuk memperoleh kenyamanan dan kebahagiaan hidup, semua harus kita dapatkan dengan perjuangan. Besar kecilnya usaha itulah yang menentukan hasil yang kita dapatkan. Dan ketika rasa malas mampu membuat kita mandeg bergerak dalam berusaha, maka tidak akan mungkin kita mendapatkan hasil.

Menyingkirkan rasa malas merupakan bagian dari perjuangan kita. Kadang rasa malas demikian menguasai diri kita sehingga sulit sekali kita hilangkan.
Rasulullah saw mengajarkan kepada kita sebuah do’a untuk menghilangkan kemalasan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari tekanan hutang, dan kesewenang-wenangan orang.” (3X)
(HR Abu Dawud)

Serangan Ulat Bulu

Serangan Ulat Bulu

Sejak beberapa minggu ini serangan ulat bulu melanda Probolinggo Jawa Timur. Sabtu (2/4) sudah tercatat delapan kecamatan terserang hama ulat bulu ini.
Lima Kecamatan yang diserang ulat bulu itu diantaranya, Leces, Tegal Siwalan, Bantaran, Sumberasih dan Wonomerto. Kini ulat bulu sudah menjalar ke Dringu, Tongas dan Banyuanyar.

Warga merasa terganggu dengan kehadiran ribuan ulat tersebut. Banyak ulat yang berjatuhan dari pohon mangga, sehingga warga perlu memakai payung untuk keluar rumah. Kemudian juga ulat – ulat itu dijumpai banyak berkeliaran ditembok – tembok penduduk, bahkan kemudian masuk ke rumah melalui lubang – lubang tembok.

Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah maupun inisiatif masyarakat sendiri untuk mengusir ulat – ulat tersebut. Dinas pertanian setempat melakukan penyemprotan disinfektan untuk memberantasnya. Sementara warga masyarakat melakukan pengusiran ulat dengan banyak cara, dengan mendatangkan paranormal, melakukan selamatan dan cara – cara yang lain.

Menurut penelitian sementara ulat bulu yang muncul ini bukan dari jenis hama dan kemunculannya baru pertama kali ini.

Dalam kacamata kita sebagai manusia yang beriman, kejadian luar biasa ini bisa menjadi acuan pemikiran bahwa ada ‘sesuatu’ yang hendak Allah swt sampaikan lewat kehadiran pengganggu ini. Mungkin ada peringatan dari Allah swt atas segala kesalahan kita selama ini. Motivasi untuk kembali kepada ‘peraturan – peraturan’ yang telah ditetapkanNya perlu kita perbarui kembali.

“(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.” (QS 8:52)

Tsunami paling mematikan di dunia dan Jepang

Daftar Tsunami Dasyat Yang Paling Mematikan Yang Pernah Terjadi Di Dunia dan Jepang

Inilah Daftar Tsunami Dasyat Yang Paling Mematikan Yang Pernah Terjadi Di Dunia Dan Jepang — Kekuatan alam tak pernah bisa dilawan. Bencana gempa berkekuatan 8,9 skala Richter (SR) disertai tsunami yang menerjang kawasan pantai timur Pulau Honshu, Jepang, Jumat (11/3/2011) pada pukul 02.46 waktu Tokyo, menunjukkan betapa dahsyat kekuatan itu.

Belum ada keterangan resmi berapa jumlah korban yang tewas atas bencana tersebut. Namun, jika dilihat dari efek kekuatan dahsyatnya, banyak pihak memperkirakan lebih dari ratusan orang menjadi korban.

Indonesia adalah negara yang juga menjadi saksi betapa dahsyatnya kekuatan itu. Tsunami pernah melanda kawasan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan sejumlah wilayah di Tanah Air hingga menelan ribuan korban jiwa.

Seperti apa jejak kedahsyatannya, berikut catatan mengenai gempa paling buruk dalam seabad terakhir.

Cile, 28 Februari 2010: Gempa dengan kekuatan 8,8 SR disusul tsunami telah menewaskan lebih dari 800 orang dan menyebabkan 2 juta orang kehilangan tempat tinggal. Jumlah korban terbanyak adalah mereka yang tinggal di kawasan pesisir.

Kawasan Pasifik, 30 September 2009: Terjadi dua kali gempa dengan kekuatan masing-masing mencapai 8,1 SR dan 8,0 SR dalam waktu yang hampir bersamaan. Kondisi ini memicu terjadinya tsunami yang menerjang kawasan Samoa dan Tonga. Tinggi gelombang tsunami mencapai 5 meter. Korban tewas mencapai 192 orang.

Asia, 26 Desember 2004: Gempa berkekuatan 9,3 SR terjadi di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh dengan kedalaman mencapai 10 kilometer. Memicu tsunami di sejumlah kawasan Asia dan dua negara Afrika. Disebut-sebut sebagai gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Korban mencapai sekitar 250.000 orang tewas di delapan negara. Nanggroe Aceh Darussalam (Indonesia), Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.

Papua Niugini, 17 Juli 1998: Setelah diterjang dua kali gempa dengan kekuatan 7,0 SR, gelombang tsunami pun tak terhindarkan dan merusak apa pun hingga jarak 30 kilometer dari garis pantai utara. Berdasarkan data resmi dari pemerintah, sebanyak tujuh desa tersapu tsunami dengan korban tewas ditaksir mencapai lebih dari 2.000 jiwa. Sementara data dari wilayah setempat menyebutkan, korban tewas antara 6.000 dan 8.000 jiwa.

Indonesia, 12 Desember 1992: Gempa berkekuatan 7,5 SR memicu gelombang tsunami dan menyapu permukiman di pesisir pantai Flores. Tsunami tersebut menewaskan setidaknya 2.100 jiwa, 500 orang dinyatakan hilang, 447 orang luka-luka, dan 5.000 orang mengungsi.

Gempa tersebut sedikitnya menghancurkan 18.000 rumah, 113 sekolah, 90 tempat ibadah, dan lebih dari 65 tempat lainnya. Kabupaten yang terkena gempa ini ialah Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Flores Timur.

Filipina, 17 Agustus 1976: Gempa berkekuatan 7,9 SR menyebabkan tsunami yang menewaskan lebih dari 5.000 orang. Tsunami menghancurkan hampir seluruh wilayah Moro dan kota Pegadian.

Cile, 21-30 Mei 1960: Gempa berkekuatan 9,5 SR disusul bencana tsunami yang menerjang sejumlah negara-negara di kawasan laut Pasifik, termasuk Filipina dan Jepang. Di Cile, korban tewas mencapai 5.700 jiwa, 61 jiwa di Hawaii, dan 130 jiwa di Jepang.

Uni Soviet, 4 November 1952: Gempa terjadi di Semenanjung Kamchatka dengan kekuatan mencapai 9,0 SR dan menyebabkan tsunami yang cukup dahsyat. Gelombang tsunami melintasi Pasifik hingga Cile dan Peru. Lebih dari 2.300 orang meninggal.

Jepang, 3 Maret 1933: Gempa berpusat di Sanriku, Pulau Honshu, dengan kekuatan mencapai 8,3 SR diikuti oleh tsunami yang menyebabkan lebih dari 3.000 korban jiwa.
Sedangkan Jepang adalah salah satu negara yang berada di wilayah Cincin Api Pasifik, wilayah sepanjang 40.000 km berbentuk tapal kuda yang membentang melewati Indonesia, Jepang, Cile, Meksiko, dan beberapa negara lain. Sebagai konsekuensi dari hal tersebut, Jepang berpotensi besar mengalami gempa bumi yang bisa berakibat tsunami.

National Geophysical Data Center National Oceanic and Atmospheric Administration (NGDC NOAA) mencatat, beberapa gempa di Jepang telah mengakibatkan tsunami yang mematikan. Jika ditotal, lebih dari 100.000 orang tewas akibat gempa diikuti tsunami. Terakhir, tsunami terjadi pada Jumat 11 Maret 2011 setelah gempa berkekuatan 9 mengguncang negeri itu.

Berikut merupakan daftar tsunami paling mematikan berdasarkan data NGDC NOAA. Tsunami yang pertama kali terdata lembaga itu terjadi pada 29 November 684 dengan ketinggian gelombang mencapai 3 meter, terjadi akibat gempa 8,4 magnitude di Nankaido. Daftar tsunami paling mematikan di Jepang di bawah ini belum mencakup tsunami Jumat lalu.

1. Tsunami tahun 1498 Tsunami paling mematikan di Jepang terjadi pada 20 September 1498 dengan sumber dari wilayah Laut Enshunada. Tsunami terjadi akibat gempa 8,3 magnitude. Sebanyak 31.000 orang tewas dalam bencana alam ini, disertai rusak parahnya 1.000 rumah di wilayah sekitar.

2. Tsunami tahun 1707 Tsunami kedua paling mematikan terjadi di wilayah Nankaido pada 28 Oktober 1707, lebih kurang pada pukul 05.00 pagi. Korban tewas mencapai 30.000 orang dengan 29.000 rumah hancur. Tsunami ini terjadi akibat gempa 8,4 magnitude.

3. Tsunami tahun 1896 Tsunami mematikan selanjutnya menewaskan 27.122 orang, melukai 9.247 orang, dan merusak 11.000 rumah. Tsunami terjadi pada 15 Juni 1896, lebih kurang pada pukul 10.33 waktu setempat. Tsunami terjadi terjadi di wilayah Sanriku dan merupakan akibat dari gempa berkekuatan 7,6.

4. Tsunami tahun 1771 Tsunami ini terjadi di Ryuku Islands setelah gempa berkekuatan 7,4. Tepatnya, tsunami terjadi pada tanggal 24 April 1771. Tsunami menewaskan 13.486 jiwa dengan jumlah kerusakan rumah mencapai 3.237 unit.

5. Tsunami tahun 1586 Tsunami ini menewaskan 8.000 orang. Tsunami terjadi di Pantai Ise, tepatnya pada tanggal 18 Januari 1586. Tsunami terjadi akibat gempa berkekuatan 8,2. Tidak ada catatan tentang jumlah rumah yang hancur dan waktu persis kejadian tsunami tersebut.

Sejauh ini, telah terjadi 345 tsunami. Sementara itu, tsunami yang terjadi Jumat lalu adalah tsunami terakhir yang terdata dan berdasarkan data terkini telah menewaskan 2.000 orang lebih. Koreksi terakhir oleh Badan Meteorologi dan Geofisika Jepang, tsunami terjadi akibat gempa 9 magnitude.
( kompas.com )

Bersama Musibah Ada Harapan

Motivasi bersabar dan bersyukur
Bersama Musibah

Seringkali kita mendengar berita tentang adanya musibah akibat bencana alam, baik di luar negeri maupun di negeri Indonesia sendiri. Gunung api meletus, banjir bandang, tsunami, tanah longsor, dan banyak lagi bencana alam yang telah terjadi di muka bumi. Akibat yang ditimbulkan karena bencana alam bisa ringan maupun berat bahkan luar biasa bagi manusia.

Trilyunan rupiah bisa hilang dalam sekejap, nyawa manusia seolah tiada harganya ketika bencana alam menerjang. Yang pasti hitungan kerugian tidak ada batasnya untuk mencatatnya.
Manusia bisa membangun apa saja untuk kenyamanan hidupnya, yang biasanya tidak dalam waktu cepat. Gedung-gedung, jalan raya, hasil-hasil teknologi setiap saat bermunculan yang baru. Hasil pembangunan manusia itu bisa langsung dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia sendiri.

Allah swt menyediakan bumi dan seisinya ini untuk kemaslahatan manusia ciptaanNya.
Dalam surat Al Hijr ayat 20 Allah swt menyatakan tentang hal tersebut:
Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya”.
Jadi apa saja keperluan manusia di muka bumi ini sebenarnya sudah disediakan oleh Allah swt untuk kesejahteraannya.

Saya tertegun pada suatu peristiwa di suatu hari….
Pada pagi hari biasanya saya menyempatkan menonton berita pagi di televisi sebelum beraktivitas. Pagi itu ada berita tentang terjadinya bencana alam di daerah Lumajang, yaitu turunnya lahar dingin dari Gunung Semeru dalam volume yang cukup besar. Sebelumnya turun hujan cukup deras sehingga menyebabkan terjadinya lahar dingin itu.

Sebenarnya sudah beberapa kali berita dari Lumajang tentang hal itu, karena Gunung Semeru masih aktif sehingga sering mengeluarkan bahan-bahan vulkanik dari dalam bumi, diantaranya pasir. Bila hujan deras terjadi diatas puncak Semeru, maka air hujan membawa pasir dari muntahan Semeru itu turun kebawah.

Hari itu karena hujan sangat deras, sehingga lautan air bercampur pasir menerjang area di kaki Gunung Semeru. Walaupun telah dibuatkan jalur sungai untuk menampung luapan lahar dingin, namun tidak cukup mampu menahan lahar dingin agar tetap dijalan yang diinginkan. Beberapa rumah penduduk dan jembatan yang dilewati lahan dingin itu hancur karenanya. Kerugian material langsung dirasakan masyarakat yang terkena musibah. Kasihan melihat korban lahar dingin itu, masyarakat pedesaan yang tergolong kurang mampu secara ekonomi.

Beberapa hari setelah musibah itu saya takjub atas kejadian berikutnya yang terjadi….
Kembali ada berita pagi dari Lumajang mengenai kelanjutan dari musibah lahar dingin yang terjadi sebelumnya. Beritanya tentang penambangan pasir oleh penduduk yang memang telah dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Jadi masyarakat di sekitar sungai yang juga menjadi ‘jalan’ bagi turunnya lahar dingin itu, sudah biasa menambang pasir dari sungai itu untuk mendapatkan rejeki dari Allah swt.

Apa yang membuat saya takjub adalah lahar dingin yang sebelumnya menerjang dan menimbulkan kerugian material, ternyata juga membawa berkah yang berupa limpahan pasir yang berkualitas untuk bahan bangunan (pasir dari Lumajang dikenal punya kualitas yang bagus), subhanallah…..

Saya merasa terharu atas peristiwa (kecil) itu, tak terasa air mata menggenangi mata…. Saya merasakan betapa luar biasanya Allah swt yang telah mengatur semua ini. Saya kemudian teringat ayat Al-Qur’an ini,
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 5)
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 6)

Ternyata benar janji Allah swt seperti di ayat-ayat tersebut, setelah sebuah kesedihan (musibah) yang datang kepada manusia, akan diikuti nantinya dengan datangnya kebahagiaan….
Sebuah pelajaran langsung dari Allah swt…..

MENATAP KEKALAHAN

Menatap Kekalahan

Dalam sebuah persaingan hanya ada dua kondisi yang akan diterima, menang atau kalah. Semua pihak tidak akan terlalu lama ditunggu jawabannya, tentang kondisi apa yang mereka harapkan dari persaingan yang sedang mereka alami. Pasti jawabannya mereka menginginkan kemenangan ada di pihaknya. Tidak terkecuali kita juga tentu mengharapkan selalu menang dalam setiap persaingan.

Tidak ada pihak manapun yang menginginkan kekalahan, karena kekalahan berhubungan dengan kesedihan, kegeraman, dan bisa juga konotasi yang rendah. Namun kenyataan atas kondisi akhir sebuah persaingan adalah bila tidak menang pasti akan merasakan kalah, sebuah aksioma kehidupan. Ada pihak yang menang dan ada pihak yang menerima kekalahan.

Maka ketika kita bersaing untuk suatu tujuan, maka kita harus siap menerima salah satu kondisi hasil akhirnya. Bagaimana bila kita menerima sebuah kekalahan?

Kenyataan yang terjadi bila ternyata kita mengalami kekalahan merupakan keadaan yang harus siap pula kita jemput. Menyikapi sebuah kekalahan tidaklah mudah bagi kebanyakan orang. Tekanan psikologis sangat berat dirasakan saat terjadi kondisi kalah. Pernah terjadi di Jepang seorang siswa bunuh diri karena tidak berhasil dalam tes masuk sekolah.
Untuk itu bila kita sedang menerima sebuah kekalahan maka kondisi psikologis harus bisa kita jaga, sehingga tidak sampai melakukan tindakan yang dapat merusak diri sendiri.

Rasulullah saw sebagai seorang manusia juga pernah mengalami kondisi kalah. Beliau beserta semua pengikut beliau pernah kalah dalam sebuah peperangan, perang uhud. Kekalahan yang terasa sangat menyakitkan bagi kaum muslimin ketika itu. Namun apakah setelah itu Rasulullah saw dan kaum muslimin lalu frustasi dan menyerah pada keadaan? Jawabannya bisa kita baca sendiri di buku-buku sirah nabawi, kaum muslimin tetap melanjutkan perjuangan hingga akhirnya mampu menduduki Kota Mekkah yang dikuasai kaum musyrikin.

Motivasi meraih kembali semangat untuk menang setelah mengalami sebuah kekalahan sangat penting untuk terus dibangkitkan. Ada beberapa hal yang bisa kita jadikan pegangan setelah mengalami kekalahan, diantaranya:
1. Melakukan evaluasi atas sistem yang sudah kita gunakan
2. Mempelajari kekuatan dan kelemahan pesaing
3. Menyusun rencana baru
4. Memperbarui mental
5. Menambah daya dan sumber daya

Apa komentar anda?

Lebih Baik Terlambat

Lebih baik Terlambat

Terlambat bukanlah suatu aib, ketika tindakan itu bukanlah karena kesengajaan. Walaupun sebenarnya bila dibuat nilai, maka yang tidak terlambat lebih baik nilainya daripada yang terlambat.
Dalam kita berbuat suatu hal untuk tujuan tertentu, ada tiga tindakan yang mungkin akan kita perbuat. Yaitu bergerak mengarah ke tujuan, terlambat dalam bergerak, atau tidak bergerak sama sekali karena alasan tertentu.
Hasil dari setiap usaha yang kita lakukan untuk mendapatkan kebaikan, memang tidak akan selalu berhasil. Namun kehadiran kita dalam proses mendapatkan hasil merupakan sebuah nilai plus. Ketika karena sebuah keadaan kita mendapati diri tidak segera bergerak dan berusaha, maka disitu ada suatu penghalang bagi kita untuk mendapatkan kesempatan meraih kebaikan.
Ada banyak alasan bagi seseorang untuk tidak bergerak sama sekali menjemput kesempatan mendapatkan kebaikan. Salah satunya adalah merasa pasti akan gagal dalam usahanya. Padahal tidak semua yang kita pikirkan akan menjadi suatu kenyataan. Bila untuk start saja kita enggan melakukannya, bagaimana mungkin kita akan mendapat hasilnya?
Nilai diri kita terletak pada bergerak atau tidak untuk mendapatkan hasil, karena tidak mungkin ada hasil tanpa adanya pergerakan.
Untuk itu memotivasi diri agar siap untu bergerak menjemput hasil kebaikan yang mampu kita raih, merupakan sebuah keharusan. Dan lebih baik terlambat untuk bergerak daripada tidak bergerak sama sekali.
“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang bahagia.” (An Nahl: 97)