MENATAP KEKALAHAN

Menatap Kekalahan

Dalam sebuah persaingan hanya ada dua kondisi yang akan diterima, menang atau kalah. Semua pihak tidak akan terlalu lama ditunggu jawabannya, tentang kondisi apa yang mereka harapkan dari persaingan yang sedang mereka alami. Pasti jawabannya mereka menginginkan kemenangan ada di pihaknya. Tidak terkecuali kita juga tentu mengharapkan selalu menang dalam setiap persaingan.

Tidak ada pihak manapun yang menginginkan kekalahan, karena kekalahan berhubungan dengan kesedihan, kegeraman, dan bisa juga konotasi yang rendah. Namun kenyataan atas kondisi akhir sebuah persaingan adalah bila tidak menang pasti akan merasakan kalah, sebuah aksioma kehidupan. Ada pihak yang menang dan ada pihak yang menerima kekalahan.

Maka ketika kita bersaing untuk suatu tujuan, maka kita harus siap menerima salah satu kondisi hasil akhirnya. Bagaimana bila kita menerima sebuah kekalahan?

Kenyataan yang terjadi bila ternyata kita mengalami kekalahan merupakan keadaan yang harus siap pula kita jemput. Menyikapi sebuah kekalahan tidaklah mudah bagi kebanyakan orang. Tekanan psikologis sangat berat dirasakan saat terjadi kondisi kalah. Pernah terjadi di Jepang seorang siswa bunuh diri karena tidak berhasil dalam tes masuk sekolah.
Untuk itu bila kita sedang menerima sebuah kekalahan maka kondisi psikologis harus bisa kita jaga, sehingga tidak sampai melakukan tindakan yang dapat merusak diri sendiri.

Rasulullah saw sebagai seorang manusia juga pernah mengalami kondisi kalah. Beliau beserta semua pengikut beliau pernah kalah dalam sebuah peperangan, perang uhud. Kekalahan yang terasa sangat menyakitkan bagi kaum muslimin ketika itu. Namun apakah setelah itu Rasulullah saw dan kaum muslimin lalu frustasi dan menyerah pada keadaan? Jawabannya bisa kita baca sendiri di buku-buku sirah nabawi, kaum muslimin tetap melanjutkan perjuangan hingga akhirnya mampu menduduki Kota Mekkah yang dikuasai kaum musyrikin.

Motivasi meraih kembali semangat untuk menang setelah mengalami sebuah kekalahan sangat penting untuk terus dibangkitkan. Ada beberapa hal yang bisa kita jadikan pegangan setelah mengalami kekalahan, diantaranya:
1. Melakukan evaluasi atas sistem yang sudah kita gunakan
2. Mempelajari kekuatan dan kelemahan pesaing
3. Menyusun rencana baru
4. Memperbarui mental
5. Menambah daya dan sumber daya

Apa komentar anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s