Bersama Musibah Ada Harapan

Motivasi bersabar dan bersyukur
Bersama Musibah

Seringkali kita mendengar berita tentang adanya musibah akibat bencana alam, baik di luar negeri maupun di negeri Indonesia sendiri. Gunung api meletus, banjir bandang, tsunami, tanah longsor, dan banyak lagi bencana alam yang telah terjadi di muka bumi. Akibat yang ditimbulkan karena bencana alam bisa ringan maupun berat bahkan luar biasa bagi manusia.

Trilyunan rupiah bisa hilang dalam sekejap, nyawa manusia seolah tiada harganya ketika bencana alam menerjang. Yang pasti hitungan kerugian tidak ada batasnya untuk mencatatnya.
Manusia bisa membangun apa saja untuk kenyamanan hidupnya, yang biasanya tidak dalam waktu cepat. Gedung-gedung, jalan raya, hasil-hasil teknologi setiap saat bermunculan yang baru. Hasil pembangunan manusia itu bisa langsung dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia sendiri.

Allah swt menyediakan bumi dan seisinya ini untuk kemaslahatan manusia ciptaanNya.
Dalam surat Al Hijr ayat 20 Allah swt menyatakan tentang hal tersebut:
Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya”.
Jadi apa saja keperluan manusia di muka bumi ini sebenarnya sudah disediakan oleh Allah swt untuk kesejahteraannya.

Saya tertegun pada suatu peristiwa di suatu hari….
Pada pagi hari biasanya saya menyempatkan menonton berita pagi di televisi sebelum beraktivitas. Pagi itu ada berita tentang terjadinya bencana alam di daerah Lumajang, yaitu turunnya lahar dingin dari Gunung Semeru dalam volume yang cukup besar. Sebelumnya turun hujan cukup deras sehingga menyebabkan terjadinya lahar dingin itu.

Sebenarnya sudah beberapa kali berita dari Lumajang tentang hal itu, karena Gunung Semeru masih aktif sehingga sering mengeluarkan bahan-bahan vulkanik dari dalam bumi, diantaranya pasir. Bila hujan deras terjadi diatas puncak Semeru, maka air hujan membawa pasir dari muntahan Semeru itu turun kebawah.

Hari itu karena hujan sangat deras, sehingga lautan air bercampur pasir menerjang area di kaki Gunung Semeru. Walaupun telah dibuatkan jalur sungai untuk menampung luapan lahar dingin, namun tidak cukup mampu menahan lahar dingin agar tetap dijalan yang diinginkan. Beberapa rumah penduduk dan jembatan yang dilewati lahan dingin itu hancur karenanya. Kerugian material langsung dirasakan masyarakat yang terkena musibah. Kasihan melihat korban lahar dingin itu, masyarakat pedesaan yang tergolong kurang mampu secara ekonomi.

Beberapa hari setelah musibah itu saya takjub atas kejadian berikutnya yang terjadi….
Kembali ada berita pagi dari Lumajang mengenai kelanjutan dari musibah lahar dingin yang terjadi sebelumnya. Beritanya tentang penambangan pasir oleh penduduk yang memang telah dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Jadi masyarakat di sekitar sungai yang juga menjadi ‘jalan’ bagi turunnya lahar dingin itu, sudah biasa menambang pasir dari sungai itu untuk mendapatkan rejeki dari Allah swt.

Apa yang membuat saya takjub adalah lahar dingin yang sebelumnya menerjang dan menimbulkan kerugian material, ternyata juga membawa berkah yang berupa limpahan pasir yang berkualitas untuk bahan bangunan (pasir dari Lumajang dikenal punya kualitas yang bagus), subhanallah…..

Saya merasa terharu atas peristiwa (kecil) itu, tak terasa air mata menggenangi mata…. Saya merasakan betapa luar biasanya Allah swt yang telah mengatur semua ini. Saya kemudian teringat ayat Al-Qur’an ini,
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 5)
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 6)

Ternyata benar janji Allah swt seperti di ayat-ayat tersebut, setelah sebuah kesedihan (musibah) yang datang kepada manusia, akan diikuti nantinya dengan datangnya kebahagiaan….
Sebuah pelajaran langsung dari Allah swt…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s